Choose Language :

Indonesian Afrikaans Albanian Arabic Armenian Azerbaijani Bulgarian Chinese (Simplified) Croatian Czech Danish Dutch English Filipino Finnish French Georgian German Greek Haitian Creole Hindi Hungarian Icelandic Irish Italian Japanese Korean Lithuanian Malay Maltese Norwegian Persian Polish Portuguese Romanian Russian Serbian Slovak Slovenian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian Urdu Vietnamese Welsh Yiddish
Wednesday July 30, 2014

Best Downloads Favour

Dapatkan Free Downloads dari kumpulan musik/video/aplikasi PC, Mobile terbaik. Selengkapnya..

Best Free Wallpaper

Download kumpulan Wallpaper, Design Graphic. Sample Logo terbaik yang lengkap dan gratis. Selengkapnya..

Best Mobile Zone

Area Informasi dan Download gratis untuk aplikasi, theme, ringtone OS Symbian, Android, Blackberry, dll.. Selengkapnya...

Education

Print
Email
User Rating:  / 20
PoorBest 

Hujan Asam (Acid Rain)

Artikel / Info ini telah dibaca oleh pengunjung sebanyak : 2594 kali

Hujan Asam (Acid Rain)Sering kita dengar istilah Hujan Asam atau Acid Rain, jenis hujan yang cukup ditakuti karena mampu menyebabkan kerusakan yang cukup signifikan, seperti mengakibatkan air yang tercampur hujan tersebut meningkat kadar keasamannya, yang otomatis membuat semua mahluk hidup yang berinteraksi dengan air tersebut mengalami gangguan metabolisme dan menyebabkan kematian, seperti ikan atau pohon-pohon yang menyerap air tersebut.

 

Pengertian dan Proses Terjadinya Hujan Asam

Pengertian dan definisi hujan asam. Hujan asam adalah hujan yang bersifat asam dan memiliki pH kurang dari 5,7. Hujan secara alami memang bersifat asam, namun kisaran pH diatas 5,7. Keasaman hujan biasanya disebabkan oleh karbon dioksida di udara yang bereaksi dengan uap air menjadi asam lemah bikarbonat. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena dapat melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. Namun jika keasaman air hujan menjadi sangat rendah yaitu di bawah pH 5,7 maka akan menimbulkan masalah terhadap lingkungan. karena keasaman hujan yang seperti ini dapat bersifat korosif dan dapat menyebabkan berbagai jenis gangguan kesehatan pada makhluk hidup, baik itu hewan, tumbuhan ataupun manusia.

Hujan asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan.

Penyebab hujan asam ada 2, yaitu penyebab alami dan akibat aktivitas manusia. Penyebab hujan asam yang alami misalnya adalah semburan asap dari gunung berapi. Gunung berapi yang masih aktif akan seringkali menyemburkan asap ke udara, dimana salah satu kandungan dari asap tersebut adalah belerang. Sedangkan penyebab hujan asam akibat dari aktivitas manusia contohnya adalah asap-asap pabrik, pembakaran bahan bakar fosil yang banyak melepaskan nitrogen ke udara, pengolahan pertanian dan peternakan yang banyak menghasilkan amoniak, dll. Semua itu merupakan penyebab terjadinya hujan asam.

Hujan asam pertama kali yang tercatat dalam sejarah adalah hujan asam yang terjadi di Manchester, Inggris, yang merupakan pusat dari Revolusi Industri. Pada tahun 1852, Robert Angus Smith melakukan penelitian dan menemukan fakta bahwa hujan asam dapat menyebabkan kehancuran alam. Dan dari hasil penelitiannya itulah Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara. Walaupun hujan asam ditemukan pada tahun 1852, namun baru pada tahun 1970-an para ilmuwan mulai melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Dan memberi peringatan akan dampak hujan asam kepada masyarakat dunia. Untuk mengetahui dampak hujan asam dapat di baca di sini. Dan untuk mengetahui pembentukan sulfur dioxide silah baca artikel tentang Siklus Belerang di sini.

Gas - gas hasil emisi pembuangan kegiatan industri dan juga kendaraan bermotor serta aktivitas - aktivitas manusia lainnya, selain bisa menimbulkan pencemaran udara juga larut dalam titik - titik air di awan dan membentuk larutan asam sulfat dan asam nitrat dimana ketika terjadi hujan, kedua larutan tersebut akan ikut turun bersama air hujan. Inilah dasar mengapa disebut dengan hujan asam.

Mengapa hujan asam ini banyak dibicarakan orang? Karena akibat yang ditimbulkan oleh hujan asam ini sangat luar biasa. Berikut ini adalah dampak yang dihasilkan dari terjadinya hujan asam:

  1. 1.Bisa menyebabkan matinya tumbuhan dan ikan
  2. 2.Bisa mengurangi kadar mineral dalam tanah
  3. 3.Bisa melarutkan aluminium dari mineral di dalam tanah dan bebatuan
  4. 4.Bila bereaksi dengan logam, bisa merusak tiang jembatan, bodi mobil, kapal laut, dan juga struktur bangunan lain yang menggunakan besi / logam

Selain merusak bangunana yang memiliki unsur logam, hujan asam ini dapat merusak bangunan - bangunan yang terbuat dari batu kapur

Hujan merupakan suatu gejala alam dimana uap di langit mengkondensasi dan jatuh ke permukaan bumi dalam rangkaian proses hidrologi. Biasanya partikel- partikel air tersebut memiliki diameter 0.5 mm atau lebih. Jika jatuhannya tidak dapat mencapai permukaan bumi atau tanah karena menguap lagi maka jatuhan tersebut disebut Virga.

Bagi para petani, musim hujan merupakan tanda untuk kembali bercocok tanam. Di beberapa daerah yang mengalami kekeringan, hujan merupakan berkah yang sangat ditunggu kehadirannya.

Sifat asam dalam hujan yang dikarenakan CO2 di udara larut pada air hujan dapat membantu melarutkan mineral dalam tanah yang berguna bagi tumbuhan dan binatang. Namun jika kadar keasaman ( Ph ) air hujan terlalu rendah maka hal tersebut dapat menyebabkan hujan asam. Pada hujan asam, kadar Ph biasanya sekitar 2 hingga 3 saja.

Istilah hujan asam mulai dipergunakan pada tahun 1872 oleh Robert Angus Smith ( Anonim, 2001) meskipun kejadian hujan asam sendiri dilaporkan pertama kali dua puluh tahun sebelumnya di kota Menchester United yang merupakan kota penting dalam revolusi industri.

Pada dasarnya hujan asam disebabkan oleh dua polutan udara yaitu Sulfur Dioksida (SO2) dan Nitrogen Oksida (NOx) yang mana keduanya dihasilkan melalui pembakaran.

Menurut sumber terjadinya, kandungan sulfur di udara yang dapat menyebabkan hujan asam dapat dikarenakan oleh faktor alam seperti semburan gunung berapi, proses biologis di tanah, sungai dan laut. Di sisi lain gas sulfur juga berasal dari pembakaran batubara (Tjasyono, 2004, Lehr et. Al, 2005,) dan berasal dari emisi industri. Pada tahun 1983 United Nations Environment Programme memperkirakan besarnya sulfur yang dilepaskan antara 80-288 juta ton tiap tahunnya dan sekitar 69 juta ton diantaranya berasal dari aktivitas manusia

Proses pembentukan terjadinya hujan asam bisa terjadi akibat dari akibat dari letusan gunung berapi yang membuat air tercampur dengan zat sulfur yang beracun, atau proses-proses alamiah lain seperti proses biologis di tanah, rawa, dan laut. Namun kebanyakan, namun kebanyakan hujan asam yang terjadi adalah akibat aktivitas manusia seperti dalam industri, yaitu zat beracun sulfur (belerang) yang dihasilkan dari proses industri yang menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara, pembangkit tenaga listrik, dan penggunaan zat-zat berbahaya seperti Amonia dalam industri berskala besar.

Zat-zat beracun dari hasil proses industri tersebut kemudian terbawa angin, tercampur dengan air dan hujan, serta terendap dalam tanah. Dampak hujan asam atau istilah bulenya Acid Rain ini tentu saja sangat mengerikan sebagaimana dijelaskan pada paragraf awal artikel ini.

Dampak

Pada Nitrogen dioksida, sumber terjadinya dapat berasal pula dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Besarnya oksida nitrogen yang dilepaskan antara 20-90 juta ton tiap tahunnya dari alam dan sekitar 24 juta ton diantaranya berasal dari aktivitas manusia (), 2010)

Senyawa SO2 dan NOx kemudian akan terkumpul di udara dan bereaksi dengan air membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan.

Air hujan yang asam tersebut akan mengganggu keseimbangan ekosistem karena memberikan dampak buruk bagi lingkungan biotik dan abiotik, diantaranya :

Danau

Zat asam yang berlebihan pada daau dapat mengakibatkan sedikitnya spesies yang bertahan terutama plankton dan invertebrate. Jika Ph air danau kurang dari 5 maka lebih dari 75% spesies ikan akan hilang ( Anonim, 2002)

Tumbuhan dan Hewan

Hujan asam yang larut bersama nutrisi di tanah dapat menjadi racun bagi tumbuhan pada saat nutrisi tersebut diserap dan hendak di jadikan sumber makanan melalui proses fotosintesis sehingga hal ini akan menghambat pertumbuhan dan mempercepat daun berguguran, selebihnya pohon-pohon akan terserang penyakit, kekeringan dan mati.

Spesies hewan tanah pun memiliki ambang toleransi terhadap hujan asam sehingga mereka dapat mati karena perubahan lingkungan yang ekstrim

Kesehatan manusia

Partikel halus sulfur dapat mengikat di paru- paru pada saat proses pernafasan berlangsung. Hal ini dapat menyebabkan berbagai penyakit pernafasan. Selain itu senyawa sulfat dan nitrat yang mengalami kontak langsung dengan kulit dapat menyebabkan terjadinya kanker kulit.

Korosi

Hujan asam juga dapat mempercepat proses pengkaratan dari beberapa material seperti batu kapur, pasir besi, marmer, batu pada diding beton serta logam. Oleh karena itu kita harus melakukan upaya untuk mencegah timbulnya hujam asam yang dapat pula merusak bangunan tua serta monument seperti candi dan patung.

Bukti terjadinya peningkatan hujan asam diperoleh dari analisis es kutub. Terlihat turunnya kadar pH sejak dimulainya Revolusi Industri dari 6 menjadi 4,5 atau 4. Informasi lain diperoleh dari organisme yang dikenal sebagai diatom yang menghuni kolam-kolam. Setelah bertahun-tahun, organisme-organisme yang mati akan mengendap dalam lapisan-lapisan sedimen di dasar kolam. Pertumbuhan diatom akan meningkat pada pH tertentu, sehingga jumlah diatom yang ditemukan di dasar kolam akan memperlihatkan perubahan pH secara tahunan bila kita melihat ke masing-masing lapisan tersebut.

Sejak dimulainya Revolusi Industri, jumlah emisi sulfur dioksida dan nitrogen oksida ke atmosfer turut meningkat. Industri yang menggunakan bahan bakar fosil, terutama batu bara, merupakan sumber utama meningkatnya oksida belerang ini. Pembacaan pH di area industri kadang-kadang tercatat hingga 2,4 (tingkat keasaman cuka). Sumber-sumber ini, ditambah oleh transportasi, merupakan penyumbang-penyumbang utama hujan asam.

Masalah hujan asam tidak hanya meningkat sejalan dengan pertumbuhan populasi dan industri tetapi telah berkembang menjadi lebih luas. Penggunaan cerobong asap yang tinggi untuk mengurangi polusi lokal berkontribusi dalam penyebaran hujan asam, karena emisi gas yang dikeluarkannya akan masuk ke sirkulasi udara regional yang memiliki jangkauan lebih luas. Sering sekali, hujan asam terjadi di daerah yang jauh dari lokasi sumbernya, di mana daerah pegunungan cenderung memperoleh lebih banyak karena tingginya curah hujan di sini.

Tanaman dipengaruhi oleh hujan asam dalam berbagai macam cara. Lapisan lilin pada daun rusak sehingga nutrisi menghilang sehingga tanaman tidak tahan terhadap keadaan dingin, jamur dan serangga. Pertumbuhan akar menjadi lambat sehingga lebih sedikit nutrisi yang bisa diambil, dan mineral-mineral penting menjadi hilang. Ion-ion beracun yang terlepas akibat hujan asam menjadi ancaman yang besar bagi manusia. Tembaga di air berdampak pada timbulnya wabah diare pada anak dan air tercemar alumunium dapat menyebabkan penyakit Alzheimer.

Sejarah

Hujan asam dilaporkan pertama kali di Manchester, Inggris, yang menjadi kota penting dalam Revolusi Industri. Pada tahun 1852, Robert Angus Smith menemukan hubungan antara hujan asam dengan polusi udara. Istilah hujan asam tersebut mulai digunakannya pada tahun 1872. Ia mengamati bahwa hujan asam dapat mengarah pada kehancuran alam.

Sejarah dikenalnya istilah hujan asam sendiri diawali pada tahun 1852, dimana Robert Angus Smith menemukan hubungan kerusakan alam dengan hujan dan polusi udara, bahkan dia menganalisa bahwa hujan asam mampu membawa kehancuran total bagi alam dan kehidupan manusia. Hujan jenis ini dilaporkan pertama kali di daerah Manchester – Inggris. Pada tahun 1872, istilah hujan asam mulai dipergunakan.

Walaupun hujan asam ditemukan pada tahun 1852, baru pada tahun 1970-an para ilmuwan mulai mengadakan banyak melakukan penelitian mengenai fenomena ini. Kesadaran masyarakat akan hujan asam di Amerika Serikat meningkat pada tahun 1990-an setelah di New York Times memuat laporan dari Hubbard Brook Experimental Forest di New Hampshire tentang banyaknya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh hujan asam.

Metode Pencegahan

Di Amerika Serikat, banyak pembangkit tenaga listrik tenaga batu bara menggunakan Flue gas desulfurization (FGD) untuk menghilangkan gas yang mengandung belerang dari cerobong mereka. Sebagai contoh FGD adalah wet scrubber yang umum digunakan di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya. Wet scrubber pada dasarnya adalah tower yang dilengkapi dengan kipas yang mengambil gas asap dari cerobong ke tower tersebut. Kapur atau batu kapur dalam bentuk bubur juga diinjeksikan ke dalam tower sehingga bercampur dengan gas cerobong serta bereaksi dengan sulfur dioksida yang ada, Kalsium karbonat dalam batu kapur menghasilkan kalsium sulfat ber pH netral yang secara fisik dapat dikeluarkan dari scrubber. Oleh karena itu, scrubber mengubah polusi menjadi sulfat industri.

Di beberapa area, sulfat tersebut dijual ke pabrik kimia sebagai gipsum bila kadar kalsium sulfatnya tinggi. Di tempat lain, sulfat tersebut ditempatkan di land-fill.

 

Sumber:

-http://bumikupijak.com/index.php/article/education/386-hujan-asam-acid-rain

-http://wikipedia.com

-http://www.ace.mmu.ac.uk

-http://docs.google.com

Guests Online

We have 12 guests and no members online


Follow and view My Profile

Social Connect

Smart Info

INTERNATIONAL SMART COURSE

Welcome Visitor

LINK EXCHANGE

dPrince Of Smart : Situs Kumpulan Artikel Terbaik : www.bumikupijak.com
.:. BACKLINK CODE .:.
Select All - Press Ctrl+C


Disclaimer / Pernyataan

dPrince Of Smart LogodPrince Of SmartWeb ini dibuat dan dikelola oleh dPrince Of Smart, sebagian besar artikel dan berita pada web ini merupakan hasil dan catatan pribadi. Untuk itu apabila ada hal, kekeliruan ataupun kesalahan isi & penulisan mohon maaf, apabila anda  memuatnya pada web/blog anda, selayaknya anda mencantumkan backlink web ini. Mengingat tidak semua isi maupun konten tersimpan pada web ini, hal-hal yang berkaitan dengan file download, musik, video, dll terdapat pada server weblink lain, bukan tanggung jawab pemilik web ini apabila konten tersebut terhapus atau melanggar undang-undang. Untuk kaitannya dengan link di web lain, penulis hanya bertujuan sharing, terimakasih.